Tidak semua wanita mudah mencapai orgasme ketika berhubungan. Cara dan posisi seks ternyata memengaruhi orgasme. Coba empat posisi seks ini yang membuat wanita menjadi lebih cepat dan mudah orgasme.
Woman on top
Ketika seorang wanita berada di posisi atas, maka ia memiliki kendali penuh atas kedalaman dan sudut penetrasi. Cara termudah untuk memberikan stimulasi langsung pada G-spot adalah dengan mencondongkan tubuh agak rendah, sehingga ini akan memiringkan kepala penis langsung ke G-spot.
Missionary
Orang yang melakukan gaya seks ini tidak akan terlalu banyak mendapatkan kepuasan di titik G-spot. Tetapi Anda masih bisa mendapatkan kenikmatan dengan menyuruh pasangan Anda meletakkan satu atau dua buah bantal di bawah bokong Anda dan biarkan kaki Anda lurus. Bantal dapat merubah sudut penetrasi, menyelaraskan penis dengan G-spot untuk setiap dorongan.
Spooning
Posisi ini sangat sederhana dan mudah dilakukan. Bagi Anda ingin mendapatkan rangsangan untuk Gspot, boleh mencoba posisi ini. Tekniknya, Anda berdua tidur menyamping dengan wanita berada di depan pria, sehingga pria bisa meraba tubuh wanita dengan bebas dan melakukan stimulasi pada klitorisnya. Posisi ini memungkinkan pihak wanita untuk lebih santai dan tidak banyak bergerak, sementara pria lebih aktif saat bercinta.
Doggies Style
Posisi ini sangat mudah, sederhana dan menjadi favorit bagi sebagian pasangan. Wanita hanya cukup membungkuk dan dengan lembut penis akan dimasukkan dari belakang. Posisi ini memungkinkan untuk mendapatkan penetrasi yang sangat dalam dengan langsung menstimulasi G-spot. Untuk mendapatkan sensasi yang dahsyat, dorong lembut pasangan Anda untuk menggosok klitorisnya. Pastikan tidak mendorongnya terlalu dalam, karena Anda akan kehilangan kontak dengan G-spotnya.
sumber
gaya hidup, gaya hidup sehat, gaya hidup selebriti, gaya hidup modern, tips kecantikan
Vitamin D sangat penting bagi wanita hamil
Selama masa kehamilan, para calon ibu diwajibkan mendapatkan asupan yang cukup. Salah satunya vitamin D yang berguna agar tulang bayi yang dilahirkan menjadi kuat.
Namun, sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan fakta lain akibat kekurangan vitamin D. Anak-anak berisiko cenderung menjadi lebih gemuk jika ibunya memiliki jumlah vitamin D rendah selama masa kehamilan.
"Dalam konteks keprihatinan saat ini mengenai status vitamin D rendah pada wanita muda dan peningkatan angka obesitas di Inggris, kita perlu memahami lebih lanjut tentang konsekuensi jangka panjang kesehatan bagi anak yang dilahirkan dari ibu memiliki tingkat vitamin D rendah," papar peneliti Dr Sian Robinson kepada Foxnews (25/5).
Para peneliti dari University of Southampton mempelajari hampir 1.000 wanita hamil dan menemukan wanita dengan tingkat vitamin D rendah berisiko melahirkan anak yang memiliki lebih banyak lemak tubuh di usia 6 tahun.
Temuan yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini belum mengetahui secara pasti bagaimana hal ini bisa terjadi, tetapi peneliti menyakini hal ini terjadi karena adanya 'efek yang diprogram' dalam janin yang timbul dari kurangnya vitamin D dan akhirnya memengaruhi jumlah lemak pada anak nantinya.
National Institute of Health mengatakan semua orang bisa meningkatkan jumlah vitamin D dari makanan, seperti susu, salmon, kuning telur, serta melalui paparan sinar matahari dan suplemen makanan.
sumber
Namun, sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan fakta lain akibat kekurangan vitamin D. Anak-anak berisiko cenderung menjadi lebih gemuk jika ibunya memiliki jumlah vitamin D rendah selama masa kehamilan.
"Dalam konteks keprihatinan saat ini mengenai status vitamin D rendah pada wanita muda dan peningkatan angka obesitas di Inggris, kita perlu memahami lebih lanjut tentang konsekuensi jangka panjang kesehatan bagi anak yang dilahirkan dari ibu memiliki tingkat vitamin D rendah," papar peneliti Dr Sian Robinson kepada Foxnews (25/5).
Para peneliti dari University of Southampton mempelajari hampir 1.000 wanita hamil dan menemukan wanita dengan tingkat vitamin D rendah berisiko melahirkan anak yang memiliki lebih banyak lemak tubuh di usia 6 tahun.
Temuan yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini belum mengetahui secara pasti bagaimana hal ini bisa terjadi, tetapi peneliti menyakini hal ini terjadi karena adanya 'efek yang diprogram' dalam janin yang timbul dari kurangnya vitamin D dan akhirnya memengaruhi jumlah lemak pada anak nantinya.
National Institute of Health mengatakan semua orang bisa meningkatkan jumlah vitamin D dari makanan, seperti susu, salmon, kuning telur, serta melalui paparan sinar matahari dan suplemen makanan.
sumber
Subscribe to:
Posts (Atom)